Fyufyu… tiba-tiba saja aku pengen menulis soal Mr. A-Z ini. Mungkin lebih karena aku sedang enggak punya bahan buat bercerita.heuheu..
Jadi ceritanya begini, aku kenal sama Mraz sekitar Agustus atau September tahun lalu. Waktu itu, gara-gara aku lihat di Friendster temenku yang lagi suka dengerin Jason Mraz yang baru (We Sing, We Dance, We Steal Things). Sebelum dengerin lagu-lagunya, aku enggak kepikiran, musik seperti apa yang bakal dia perdengarkan.
Ternyata, selain di I’m Yours yang ada nuansa reggaenya, di lagu lain aku nemuin banyak nuansa brass yang akrab di telinga.hehe..langsung deh jadi suka dan download 1 album full. Beberapa lagu itu aku kirim ke seorang temen (yang waktu itu rutin chatting hampir setiap siang karena dia lagi diklat di Jakarta), eh..dia lalu cerita-cerita ke temennya yang lain kalau dia baru suka sama I’m Yours itu tadi (jadi agak bangga juga karena bisa kasih influence ke orang lain).
Setelah denger lagu-lagunya waktu itu, aku sempet punya niat buat nonton konsernya dia di Indonesia. dialah artis internasional major label pertama yang bakal aku tonton konsernya, Begitulah aku bertekad..hehe..Pokoknya, waktu itu aku percaya, kalau penyanyi dengan kualitas itu (baca: lagunya banyak dipakai sama penata musik di acara-acara TV), pasti bakal laku kalo manggung di Indonesia. Tapi ternyata, dari semua bulan yang ada di tahun 2009 ini, dia memilih buat berkonser di Bulan Maret lalu.fyuu..aku kan jadi enggak bisa nonton, mas Jason, gara-gara masih harus bikin skripsi..
Beberapa waktu itu, aku sempet mendengarkan secara teratur album Mraz yang itu, tapi baru akhir-akhir ini aku mulai bersemangat lagi buat browsing album-albumnya yang lain. Waktu itu, iseng-iseng cari lagu Jason Mraz di indowebster, dan ketemu 1 single, Life is Wonderful (hehe..mikirnya, klise banget tho judul nya..banyak penyanyi udah pake judul semacam ini). Semakin lama didenger, ada satu bagian dari lagu ini yang bener-bener nyantol di kepalaku. Jadi di lagu itu, masnya bilang kalo “It takes no time to falling love, but it takes you years to know what love is..”.
Mampus, pikirku. Coba semua orang yang suka bilang ‘sayang’ bisa denger dia nyanyi ini. Dari situ aku mulai denger bait-bait lainnya. Dan (walaupun agak geli menemukan dia bilang “it take a hen to make an egg, and it take an egg to make a hen..”) aku menemukan maksud dari lagu itu, bahwa tidak ada akhir dari apa yang sedang ia berusaha untuk katakan itu..there’s no end to what I’m saying.
Dan begitulah lagu-lagu mas ini di mataku. Beda dengan lirik2 para penyanyi lain, Jason sepertinya ingin berkata bahwa hidup itu sendirilah yang disebut cinta, sehingga kalau aku boleh menambahi, dalam hidup kita tidak harus mencarinya lagi. Cinta, yang dia maksudkan, bisa kita temui di keseharian yang enggak sempurna (banyak kurang dan lebihnya), dari advis-advis yang kadang tidak terdengar obyektif, atau dari kekurangan yang sudah kita terima ada di dalam diri kita.
Senang bisa mengetahui ada seseorang yang bisa menulis seperti dia. Senang bisa tahu, bahwa tidak perlu sesuatu yang luar biasa untuk merasa indah..

another 'mas ganteng' versinya nana..