Archive for January, 2010

ADA YANG LEBAY..hoho..

Aku tuh suka banget nonton film drama. dan juga dengerin lagu melo. dan juga baca novel romantis. Benar-benar khas perempuan. tapi kesemuanya itu dalam bahasa Inggris. terutama, aku sekarang lagi suka nonton film berbahasa inggris tanpa menghiraukan subtitle-nya. kenapa? itu karena aku pengen bisa lebih lancar berbahasa inggris (alasan yang sungguh biasa), karena hasil TOEFL like terakhirku, aku masuk level higher intermediate, satu langkah sebelum fluent (kayaknya), jadi pengen dijadiin fluent sekalian.

Nah, aku merasa sangat bermasalah dalam hal ngomong bahasa inggris. suka belibet lidahnya. untung kemaren sempet ketemu orang asing (walopun dari jerman), lumayan bisa latian ngomong beberapa patah kata sama dia.

Ada satu hal yang aku rasa bikin stres dalam proses belajar listening-ku, yaitu..penyiar2 dari stasiun m*tr* tv. kenapa begitu? soalnya aku merasa mereka enggak jelas banget ngomong bhs inggrisnya. kesannya, mulutnya penuuh banget..setelah aku pikir, sepertinya penyiar2 dari stasiun tv itu memang memiliki style (atau dialek) yang khas..bukaan mulutnya kecil, jadi suaranya kayak berasal dari kerongkongan.

Aku nonton berita-berita bahasa Inggris mereka memang dengan tujuan melancarkan pendengaranku, tapi rasanya enggak senyaman nonton film bhs inggris, atau dengerin mas Jason nyanyi, atau bahkan ngobrol sama bule jerman kemarin. telingaku cuma menangkap rentetan kata2 yang diucapkan dengan cepatnya..
menurutku, fungsi penyiarnya kan jadi bergeser? gimana audiens macam aku bisa menangkap makna dari berita yang disiarkan kalau caranya begitu..

mungkin selanjutnya harus lebih sering survey berita-berita berbahasa inggris di stasiun tv lain buat mencari pembanding nya. saran buat stasiun televisi yang bersangkutan,,image dan prestige memang sangat perlu, tapi…bukankah tujuan jurnalisme nya akan lebih bisa tercapai kalo audiensnya bisa meng-encode pesan-pesan yang disampaikan sesuai dengan makna yang diharapkan?

(cuma catatan seorang yang desperate belajar bahasa inggris dan pernah ngintip buku2 komunikasi)

Leave a comment »

ANAK WARTAWAN BATAL JADI WARTAWAN

Ini kisah nyata..tentang saya..
Dan juga tentang bapak saya.
Bapak saya sepertinya, kemungkinan besar, tidak bercita-cita jadi wartawan. Beliau kuliah di sebuah institut pertanian, dan kegiatan sampingannya adalah bermain sepakbola.
Sekarang, sudah 20 tahun beliau jadi wartawan olahraga. Sepertinya beliau tidak akan pindah dari pos nya, juga enggak akan kembali ke dunia pertanian yang dulu dipelajarinya.
Sedangkan saya, dulu waktu SMP bercita-cita jadi jurnalis. Tapi sampai sekarang pun belum pernah punya kegiatan yang benar-benar mengarah ke sana. Waktu SMP pernah, sih, ikut ekskul jurnalistik-mading, tapi waktu SMA, saya malas buat ikut ekskul majalah di sekolah, gara-gara sudah terlalu sibuk dengan ‘kegiatan’ mengerjakan latihan-latihan soal (biar enggak terdepak dari kelas aksel).
waktu kuliah, saya sempat ikut BSO di fakultas, Sintesa namanya. tapi cuma ikut sampai pelantikannya saja. karena merasa kurang kritis dan tidak sesuai dengan kultur dialektika yang dibangun di dalamnya..akhirnya saya berusaha lebih serius di marching band saja..
di marching band saya bertemu dengan beberapa senior yang aktif menerbitkan buletin..saya lumayan enjoy menjadi stafnya dan sempat menulis beberapa berita. tapi, saat senior ini sudah tidak aktif lagi dan kemudian lulus, proyek itu berhenti dan tidak ada yang melanjutkan. akibatnya, ‘karir’ jurnalistik saya mandheg lagi.
setelah lulus kuliah, saya bersemangat sekali, ingin mengejar cita-cita saya sebagai wartawan. tapi sekaligus saya merasa minder. pengalaman saya nol sama sekali, dibandingkan dengan teman-teman kuliah saya dulu (dan beberapa memang sudah menyandang profesi prestisius ini sekarang). tambahan, bapak saya tidak ikhlas kalau anak perempuannya ini berlelah-lelah seperti dirinya, apalagi bila bekerja di media massa yang skalanya nasional.
Dan sepertinya memang bukan jodoh saya. Beberapa lamaran pekerjaan ke media-media massa tidak ada follow up nya. Sekarang saya sudah diterima sebagai CPNS di sebuah departemen, sepertinya di bagian humas dan protokoler (hehe..saya juga nggak tau pasti).
akhirnya, pupus sudah impian saya untuk menjadi seorang jurnalis, yang bisa keliling Indonesia, keliling dunia..mungkin sebaiknya saya mengestafetkannya kepada adik saya (atau mungkin kepada anak-anak saya kelak)..
Satu hal yang saya dapatkan dari kondisi ini, cita-cita itu untuk dikejar..

Leave a comment »

Pulang ke Hati-Mu..finally

Malam Natal, aku ikut ekaristi jam 20.00, di gereja Kotabaru. Teks misa nya terdiri dari dua bagian. Back to back. Kita bisa membacanya dari depan atau dari belakang. Teks itu dibedakan untuk 2 jenis misa, misa umum dan misa EKM, ekaristi kaum muda, yang dilaksanakan di jam 11 malam.

Sebelum misa dimulai, iseng-iseng aku membuka bagian teks EKM, siapa tahu ada lagu-lagu yang menarik (kebiasaan EKM, mereka memasukkan lagu-lagu rohani yang nuansanya lebih pop atau lagu terkenal dari industri musik yang mengena dengan tema yang diangkat oleh EKM saat itu).

Dan aku menemukan lagu itu..

Telah letih langkahku dan terasa berat
Cukup banyak kesalahan kubuat
Di mimpiku, kudengar bunyi suaraMu, yang memanggilku pulang
Ke dalam hatiMu karena hanyalah hatiMu rumah terindah
Ku kan pulang, tunggu aku di depan pintuMu, cintaMu padaku tuntun jalanku
Telah letih jalanku dan terasa berat
Ku kan pulang ke hatiMu rumah terindah
Ku kan pulang ke hatiMu rumah terindah

Pada suatu hari di masa lalu, seseorang mengenalkan aku pada lagu ini, tanpa aku tahu makna yang sesungguhnya.
Baru kutemukan sekarang, biar aku maknai sendiri. Ini laguku untuk kepulanganku, setiap aku ingin pulang ke rumahNya, seperti malam itu, lagu ini akan kujadikan theme song-nya. terserah bagaimana mereka memaknainya masing-masing.

Comments (3) »

kangen ngeblogggg…

18.17 waktu komputer
hari jumat

memutuskan untuk kembali menulis kata di sini..
heiii..ini posting pertama di tahun 2010
tugas2 sudah kembali dilaksanakan, salah satunya mengantar adikku ke sekolah..minggu ini pemanasan, karena minggu depan dia masuk jam ke 0!! haduhhh..aku jadi ingat masa2 jam ke 0 di SMP dan SMA..aku sering telat..bagaimana nasib adikku besok ya?

untung, minggu ini sekolah enggak bareng2 masuknya,,ada yang masih libur (sekolah negeri), jadinya jalanan enggak terlalu rame..entah besok, harus bersemangat baja biar bisa menembus keramaian jalanan kota..
yang bikin enggak semangat, karena belum dapat effort sampai sekarang, mbok minimal ketemu sesama pengantar anak sekolah yang ganteng gitu…huhu..(siapa??bapaknya mau?haha..)
(padahal sudah belajar dari pengalaman,,orang ganteng ada di dunia yang berbeda dengan ku..)

aku jadi kepikiran menulis sesuatu soal klakson..tunggu ya..semoga jadi.

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.