Archive for September, 2010

KENAPA SAYA JUGA SUKA BULAN PUASA..

Baru Senin ini aku sadar kalau regular-working-time sudah bergulir lagi. Artinya, jam kerja mau tidak mau harus berlangsung minimal selama 7,5 jam, dari jam 07.30 s.d 16.00, dan artinya, kebiasaan-kebiasaan yang menyertai jam kerja di periode biasa juga kembali dirasakan.

Begini maksudnya, kerja di bulan puasa kemarin diawali dengan iming-iming yang amat menyenangkan bahwa udara di kantor akan lebih kondusif. Tidak ada asap rokok. Memang sungguh benar. Tapi dengan berkurangnya sesi merokok dan mengobrol, para perokok di kantor jadi kehilangan sesi berkumpul-mengobrol-merokok bersama yang melibatkan meja, beberapa batang rokok dan kopi. Dengan tidak adanya sarana tersebut, jam kerja jadi lebih singkat, dan kondisi ini juga dilengkapi dengan jumlah pekerjaan yang menurun sehingga semakin berkurang saja aktivitas di kantor.

Hari ini adalah hari masuk kerja “resmi” bagi banyak orang. Artinya, di kantor saya, kegiatan sudah bergeliat kembali ke kondisi semula. Kopi sudah diseduh, dan rokok-rokok sudah dinyalakan lagi, nyaris seperti cerobong yang kembali berasap, tanda pabrik sudah beroperasi kembali. Dan udara sudah tercemar lagi, padahal belum lagi dirasakan perubahan yang (mungkin) terjadi di bulan Puasa kemarin, entah itu pola kerja atau produktivitas yang membaik.

Aku pun turut jatuh hati pada bulan Puasa. Tak sabar Puasa terulang lagi. Hmm..

Comments (2) »

MUDIK PERTAMA

Sebenarnya apa yg paling menyenangkan dari mudik lebaran?
Jujur aku enggak ngerti. Karena sampai detik ini, yang aku rasakan masih kepanikan-kepanikan bagaimana aku menjalani prosesi mudik yang pertama ini..

Sebagai pemula di ‘dunia’ ini, sepertinya wajar kalau aku merasa gentar menghadapi mudik pertama ini. Mulai dari saat mencari tiket, untung sekali aku mendapat bocoran info dari salah satu teman sehingga tiket berangkat ke jogja sudah aman di tangan sejak bulan juli. Sebelum itu, aku berpikir untuk menjadi single fighter dalam mencari tiket. Dalam hal ini tiket kereta api. Tapi belajar dari pengalamanku pulang di bulan Mei kemarin, bahwa tiket kereta akan ludes terjual di hari pertama dibukanya penjualan untuk sebuah tanggal, maka jauh hari sebelumnya pun aku sudah merasa putus asa..
Humm…fenomena mudik memang membingungkan. Di satu sisi kita jelas tahu bahwa kita pasti akan kesulitan karenanya, tapi sepertinya memang tidak ada pilihan lain, itu kekuatan panggilan alam..

mas superman sih mudiknya gampang

Comments (2) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.