Archive for poem

WHAT A NICE SHELTER

cuma ingin sebentar merapat
di luar sini dingin benar
namun, aku tak perlu selarik tawapun
-walau terasa menjanjikan
toh, sedari tadi telah basah oleh hujan

maaf, tapi kuharap kau tidak mulai bertanya sekarang
tidak setelah aku letih berjalan
dan kau satu yang kutemukan
saat harap memadam

tak terbayang harus kembali menapak
saat hari belum juga beranjak

nanti saja kau pandang aku
saat telah kering, hangat dan terpuaskan

pada akhirnya nanti,
aku akan melangkah keluar
menegakkan kepala
mencoba menggapai rintik yang berlalu

dan, pasti, juga berterimakasih padamu
aku harap giliranku datang lebih dulu

(tentu saja bukan diilhami oleh shelter nya trans jogja)

Comments (3) »

DENGAN KATA LAIN

jika kata bisa diurai dengan lebih benar
sepertinya akan ada beberapa hal lagi yang bisa tersampaikan
karena ada banyak sekali baris untuk sebuah makna
walau perasaan yang tercurah untuk membuatnya dapat bernyanyi
sama banyaknya dengan menumpahkan seisi jiwa

kalau aku ingin ada seseorang ada di samping
dan aku ingin dibiarkan untuk berbicara dengannya
maka akan kukatakan padanya,
aku sedang tak berkawan dan itu melelahkan
atau, aku sedang butuh lawan yang bisa untuk aku taklukan

padahal bisa saja aku berkata,
jalan pelangi ini akan membawa kita pada sesuatu yang ingin ditemukan
dan tangan yang bertaut akan menemukannya di bawah gerimis seusai hujan

pilihan-pilihan salah telah membawa aku menjauh
padahal yang terkandung sama saja berbisanya
jadi, artinya, aku hanya harus berucap
dengan kata lain..

24 juni 2009

Leave a comment »

AT THE DEPTH OF EYES

A pair of foggy eyes
Miraculously stopping my breath
It wasn’t fair that eyes like those stuck at the face
While I can’t do anything except take a look the world nearby
Try to guess what the cloud made by
Till there were no way or will to go out

I try to remember
What I’ve found at first time I was trapped in the fog
But I found only those eyes
Never me, never mine, never himself

The search was a never ending something
And the only question never been answered
Those eyes involve the same question
What thing had been hidden at its depth?

For my pleasure
I search only what I want to see
But, at the numbly end, I got the answer
The fog is the best thing of those eyes

Agustus- 2009
(kembali lagi, daripada mangkrak di hard disk :p)

Leave a comment »

TERNYATA HARI INI (BENAR) HUJAN

Aku membuka jendela ketika
Orang yang kukira kekasihku, mengetuknya
Dia menyumpah sedikit
Saat akhirnya aku melongoknya keluar
Dia diam, terpekur,
Sedikit menggigil
Pantas saja,
Di luar sana hujan menderas
Dikalahkannya butiran embun pagi
Yang rela terkumpul setetes demi setetes dari kesabaran
Hujan telah membasuhnya,
Semua dosa dan salahnya,
Sekaligus juga ingatanku kepadanya

Jadi aku melangkah keluar,
Menghampiri orang tadi, yang kukira kekasihku,
Ia duduk dalam kenestapaannya

Orang yang kukira kekasihku, menggumamkan sesuatu,
Aku tak mendengarnya dan deras hujan, tapi aku paham
Semalam sudah kudengar deru hujan,
Walau masih di kejauhan,
Bahkan saat masih dalam bayangan, aku sudah tahu itu guntur dan badai,

“Aku sudah datang,” pada akhirnya dia berkata
“Tapi kau datang dalam hujan,” jawabku
“Tadinya ingin kukabarkan hujan..Tapi ia melampauiku. Tak apa,
yang penting aku telah datang untukmu,” Ia berusaha kuat
“Tak ada artinya, bagiku, hujan ini telah membasuhmu lepas dari diriku”
Aku menutup jendela
Memandang orang yang kukira kekasihku yang melangkah di kejauhan
Ia sudah bercumbu dengan hujan sekarang

written on Feb, 8 2008
(bukan bermaksud mengungkit sesuatu, hanya merasa sayang kalau tulisan ini terkubur di hard disk saja :p )

Comments (4) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.